Pages

Thursday, February 23, 2012

Bus AKDP itu istimewa

Entah sudah berapa kali aku berpergian menggunakan bus,keluar kota dengan tujuan bermain-main atau silaturahmi ke rumah saudara atau bepergian untuk menuntut ilmu di tanah rantau. Mulai dari aku kecil ketika masih mabuk darat hanya karena mencium bau khas yang dikelurkan oleh knalpot bus sampai sekarang yang jika memang kondisi badan tidak bagus hanya ngerasa pusing saja tanpa muntah.
Selalu ada kisah unik ketika aku naik bus, mulai dari teriakan kenek mencari penumpang atau memberhentikan bus, tukang asongan menjajahkan barangnya, orkestra jalanan, bahkan sampai peminta sumbangan pun kerap aku jumpai di atas bus AKDP. Tingkah pola dan ekspresi penumpang busa yang lain pun menjadian pemandangan yang unik menurutku


PERJALANAN kali ini agak istimewa, aku bilang istimewa karena setelah hampir 3 tahun aku gak pernah baik bus, untuk pertama kalinya aku naik bus AKDP dari Malang  menuju Lamongan, maklum aku merantau untuk menuntut ilmu di kota dingin Malang, mulai semester 2 akhir aku sudah punya fasilitas motor pinjaman bapak ku.Rasa kangen menikmati suasana bus AKDP segera terobati tidak lama setelah aku melangkahkan kaki ku di pintu bus. pedagang asongan, orkestra jalanan, penjual koran sudah ramei di dalam bus, sejenak setelah aku duduk disebuah sudut bus, aku amati semua wajah penumpang, Ansos (Analisa Sosial) sekilas terlintas di otak ku, maklum saat itu aku masih mahasiswa idealisme dan keliaran pikiran menjadi suplemen untuk meningkatkan daya kreasi dan intelek ku.

Aku uraiakan hasil ansos sederhanaku yang tanpa dibekali metodologi yang empiris dan bener-bener valiabel ini. Di kursi deretan terdepan tanpa wanita aruh baya yang menggondang anaknya didampingi suaminya, nampaknya ini pasangan muda yang baru memiliki seorang putra hendak mudik ke kampung halaman salah satu dari mereka, rona wajah ceria yang tersirat. dikursi yang semestinya bisa ditempati tiga orang itu keluarga kecil tadi seolah membikin istana bergeraknya. tersenyum aku memandangnya.

Aku meloncat saja, karena gak mungkin semua penumpang bus aku ceritakan disini, aku ambil yang menurutku unik saja. dideretan kursi yang lain dua gadis bercengkrama bersenda gurau khas remaja, membincangkan masalah pergaulan nampaknya, mulai dari temen kost, teman cowok, ketertarikan ma teman cowok samapi cerita betapa risihnya salah seorang dari mereka yang digoda cowok yang gak disukai. Gaya bahasa dan dandanannya aku bisa tebak mereka mahasiswi, yang unik dari mereka sebenarnya sederhana, tapi jarang disadari, yaitu logatnya, meskipun mereka berasal dari daerah yang kesehariannya berkomunikasi dengan bahasa jawa, tapi mereka nampaknya bangga dengan bahasa indonesia meskipun sangat medok sangat (maaf) JAWA. tidak jarang pula mereka keliru mengucapkan kata jawa dalam rangkaian kalimat bahasa Indonesia. Penyebutan "AKU" dan "KAMU" yang sangat emosional mengesankan keegoisan mahasiswa tingkat pertama, aku simpulkan begitu karena aku pernah mengalami bagaimana masa-masa bangga menjadi mahasiswa, itupun hanya 2 semester. Entah ocehan apa lagi yang akan mereka perbincangkan nampaknya gak akan kehabisan bahan. aku pun beralih ke sudut yang lain.

kali ini Pemuda tanggung mungkin dua atau tiga tahun diatas usiaku. Tas ransel yang dipangku, pria tanggung itu nampak melamun, mungkin berangan-angan, atau bahkan memikirkan masa depannya. Kosong tatapan pemuda itu. mengangkat rendah tangan tanda penolakan untuk memberi receh pada pengamen yang melintas disampingnya. Pandangannya tetap sama kosong.

Penumpang yang lain?penumpang yang lain tepat duduk disampingku seorang bapak, dari gaya berpakain dan cara menyapaku saat mau duduk disampingku aku punya hipotesa dia seorang pegawai negeri. benar saja ketika beberapa kaliaku ngobrol dia memang seorang PNS disebuah intansi pemerintahan. aku coba menoleh ke belakang sepasang pemuda dan pemudi memilih tempat yang agak dibelakang di pojok. barangkali sudah menjadi tempat favorit pasangan yang sedang dilanda cinta. sambil saling menunjukkan HP nya mereka terlihat asyik ngobrol, seolah dunia milik berdua,begitu pepatah kuno. Penumpang yang lain ada yang asyik ngemil, ada yang asyik sms an, ada yang sibuk menata barang bawaannya yang lumayan sarat. ada juga penumpang yang memegang erat tas nya seolah-olah takut tas nya itu terlepas dari genggamannya. barang kali dia punya pengalaman yang tidak mengenakkan ketika menggunakan jasa transportasi massal itu.

Bagaimana penumpang yang lain,,,aku akan bagi di lain waktu kawan,,,

0 comments:

Post a Comment